Historis Avian Influenza
February 22, 2007 — majenangHistoris Avian Influenza
Avian influenza (avian flu, bird flu, bird influenza) atau di Indonesia lebih dikenal dengan nama flu burung adalah penyakit yang mengenai unggas yang disebabkan oleh virus influenza. Sebenarnya virus avian influenza ini tidak dapat menular ke spesies lain selain burung dan babi. Namun, sifat virus yang labil dan mudah bermutasi menyebabkan virus ini dapat menginfeksi spesies lain. Virus avian influenza merupakan salah satu virus influenza tipe A. Diketahui bahwa ada 3 tipe virus influenza yakni virus influenza tipe A, B, dan C, tapi hanya virus influenza tipe A sajalah yang dapat menyebabkan terjadinya wabah dan pandemi. Salah satu pandemi influenza yang pernah terjadi dan mungkin pandemi paling menakutkan dalam sejarah adalah pandemi 1918- 1919. Pada saat itu, sekitar 400 juta orang terinfeksi di seluruh dunia dan sekitar 20- 50 juta orang meninggal dunia akibat pandemi 1918 yang disebabkan virus influenza strain H1N1. selain itu, pandemi influenza yang terjadi tahun 1957- 1958 dan 1968- 1969 juga menelan korban yang tidak sedikit.
Ketakutan akan munculnya kembali pandemi influenza terus bergejolak dan semakin nyata setelah diketahuinya strain virus influenza baru, H5N1, pada tahun 1997 yang mempunyai patogenisitas yang tinggi. Para ilmuwan yakin strain virus H5N1 tersebut berpotensi besar akan menimbulkan pandemi influenza selanjutnya mengingat strain virus tersebut yang memenuhi kriteria menyebabkan terjadinya pandemi. Bahkan pada bulan Maret 2004, Badan Kesehatan Dunia, WHO (World Health Organization) mengingatkan bahwa pandemi influenza tak dapat dielakan. Pada Februari 2005, WHO juga mengingatkan kembali akan datangnya pandemi avian influenza yang semakin dekat dan diperkirakan 7- 100 juta orang meninggal dunia. Akankah pandemi influenza benar- benar akan terjadi dan semakin dekat kita ke arah tersebut?. Seberapa hebat pandemi influenza seandainya benar- benar terjadi dan apa yang sudah kita siapkan untuk menghadapi kemungkinan terburuk terjadinya pandemi selanjutnya?. Untuk itu, sangatlah penting mengenal kembali sejarah penyakit flu burung dan vrus penyeabnya pada masa silam sebagai pedoman kita untuk melangkah selanjutnya.
Sejak pertama kali ditemukan kasus baru flu burung pada manusia di Hongkong pada tahun 1997, berbagai kalangan di dunia selalu menyoroti akan kasus tersebut, termasuk di dalamnya media massa yang ikut menyebarkan berbagai informasi kasus flu burung ke seluruh pelosok dunia. Ibarat artis, flu burung langsung menjadi buah bibir dan sorotan masyarakat dunia internasional, popularitasnya semakin naik melonjak bagai roket menggebrak artis- artis kelas dunia, menyejajarkan dengan mereka sejak pertam kali muncul. Flu burung menjadi salah satu penyakit papan atas dari deretan penyakit paling mematikan dan menakutkan di dunia. Hingga kini flu burung masih menjadi momok yang menakutkan, termasuk bagi kita bangsa Indonesia. Data terakhir menyebutkan, sepanjang 2006 jumlah pasien di Indonesia mencatat angka terbesar di seluruh dunia. Sekitar 50 % pasien flu burung ada di Indonesia, sisanya tersebar di 10 negara. Menurut data Dirjen Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, sepanjang Juni 2005 hingga 14 Februari 2007 tercatat ada sembilan propinsi yang terdapat kasus konfirmasi flu burung. Propinsi Jawa Barat adalah propinsi yang terbanyak ditemukan kasus flu burung, disusul berurutan oleh Propinsi DKI Jakarta, Banten, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Sumatera Barat, dan Sulawesi Selatan. Total kasus konfirmasi kasus flu burung pada manusia di Indonesia sebanyak 84 kasus, dan 64 diantaranya meninggal dunia (14 Februari 2007). (Lihat selengkapmnya……)